Urgensi Bimbingan Keluarga Sakinah bagi Single Parent dalam Membentuk Ketahanan Keluarga dan Kemandirian Anak
Abstract
Despite the rising number of single-parent households, the Ministry of Religious Affairs’ sakinah family guidance program remains rigidly focused on pre-marital couples. This study analyzes the urgency of reconstructing the concept of sakinah and formulates a psychospiritual intervention for single parents to strengthen family resilience and foster child independence. Employing a library research design with thematic content analysis, this study synthesizes three core approaches: counseling, spiritual coping, and life skills training. Findings reveal that the essence of sakinah can be achieved through adaptive role restructuring. The guidance effectively reduces parental burnout and parenting anxiety, facilitating a transition toward democratic parenting. This stable parenting climate prevents pseudo-independence caused by emotional neglect, fostering authentic child independence instead. This study recommends that the Ministry of Religious Affairs and the Religious Affairs Office (KUA) issue operational guidelines and dedicated outreach programs for single parents to empower vulnerable families sustainably.
Abstrak
Meskipun fenomena single parent meningkat, bimbingan keluarga sakinah Kemenag RI masih berfokus pada calon pengantin pra-nikah. Penelitian ini menganalisis urgensi rekonstruksi konsep sakinah serta merumuskan intervensi psikospiritual bagi single parent guna memperkuat ketahanan keluarga dan kemandirian anak. Menggunakan metode studi pustaka dengan analisis isi tematik, studi ini menyintesis tiga pendekatan, yakni konseling, bimbingan keagamaan, dan pelatihan keterampilan hidup. Hasil kajian menunjukkan esensi sakinah dapat diwujudkan melalui restrukturisasi peran adaptif. Bimbingan terbukti meredam parental burnout dan kecemasan pengasuhan, mendorong transisi menuju pola asuh demokratis. Pola asuh yang stabil ini mencegah kemandirian semu (pseudo-independence) akibat keterabaikan, serta mengarahkan anak pada kemandirian otentik. Studi ini merekomendasikan perlunya Kemenag RI dan KUA menerbitkan panduan operasional serta program penjangkauan (outreach) khusus bagi single parent guna memberdayakan keluarga rentan secara berkelanjutan.
Keywords
Bimbingan Keluarga SakinahSingle ParentKetahanan KeluargaKemandirian AnakReferences
Ancok, D., & Suroso, F. N. (2018). Psikologi Islami: Solusi Islam atas Masalah-Masalah Psikologi. Pustaka Pelajar.
Arafat, Z. A., & Herman, H. (2023). Bimbingan Keluarga Sakinah dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga (Studi Bimbingan Konseling di Pusat Layanan Keluarga Sejahtera Potre Koneng Sumenep). The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 4(1), 1-17. https://doi.org/10.51675/jaksya.v4i1.433
Aurelia, S. (2023). Peran Bimbingan dan Konseling Islam dalam Membentuk Pola Komunikasi Ibu Single Parent dan Anak Remaja (Studi Kasus di Desa Makkuaseng Kecamatan Batuputih Kolaka Utara) (Disertasi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo).
Badan Pusat Statistik (2025). Profil Anak Usia Dini 2025. Badan Pusat Statistik.
Baumrind, D. (1991). The Influence of Parenting Style on Adolescent Competence and Substance Use. The Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95. https://doi.org/10.1177/0272431691111004
Bowlby, J. (1982). Attachment and Loss (2nd ed.). Basic Books.
Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Harvard University Press.
Darmawan, M. A. (2026). Rekonstruksi Konsep Kafā’ah sebagai Fondasi Keluarga Sakinah: Analisis Sosiologis Pandangan KH Ahmad Zabidi Marzuqi. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 369-386. https://doi.org/10.46773/kgxjbc04
Dufur, M. J., Howell, N. C., Downey, D. B., Ainsworth, J. W., & Lapray, A. J. (2010). Sex Differences in Parenting Behaviors in Single‐Mother and Single‐Father Households. Journal of Marriage and Family, 72(5), 1092-1106. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2010.00752.x
Fadhia, A. N., Wibowo, Q. C., Zain, H. H. H., Zahro, N. A. N., & Putri, M. N. P. (2025). Peran Dukungan Sosial Keluarga terhadap Resiliensi Orang Tua Tunggal dalam Menjalankan Peran Ganda. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 12(2), 186-197. https://doi.org/10.21009/JKKP.122.06
Helmawati (2014). Pendidikan Keluarga: Teoretis dan Praktis. Remaja Rosdakarya.
Jurkovic, G. J., Thirkield, A., & Morrell, R. (2001). Parentification of Adult Children of Divorce: A Multidimensional Analysis. Journal of Youth and Adolescence, 30(2), 245-257. https://doi.org/10.1023/A:1010349925974
Jurkovic, G. J. (2014). Lost Childhoods: The Plight of the Parentified Child. Routledge.
Kementerian Agama Republik Indonesia (2017). Fondasi Keluarga Sakinah: Bacaan Mandiri Calon Pengantin. Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.
Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Kencana.
Lidiawati, K. R., Dewi, W. P., & Simamora, S. C. N. (2024). Resiliensi Ibu Tunggal: Peran Kebersyukuran dan Regulasi Emosi. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 17(3), 263-275. https://doi.org/10.24156/jikk.2024.17.3.263
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience Human Development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Puspitawati, H. (2012). Gender dan Keluarga: Konsep dan Realita Indonesia. PT Penerbit IPB Press.
Qibtiyah, A. (2019). Gender dan Islam: Teks, Konstruksi, dan Realita. PT LKiS Pelangi Aksara.
Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Walsh, F. (2016). Strengthening Family Resilience (3rd ed.). Guilford Press.
Yusuf, S. (2011). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Remaja Rosdakarya.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Copyright & License
© 2026 Liza Rabaina, Nazla Angraini, Ruhama Ruhama (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.